Makassar, sorot fakta my id. 23Agustus 2026 Ketua Umum Ormas Elang Timur Indonesia, Imran S.E., menyatakan keprihatinannya atas meninggalnya Noselius Suli.
Imran mengatakan pihaknya diminta keluarga korban untuk ikut mendampingi proses hukum dan mendorong agar kasus tersebut diungkap secara transparan.

“Kami sangat prihatin terhadap kejadian yang menimpa saudara Noselius Suli. Keluarga meminta kami untuk mendampingi kasus tersebut agar dapat diungkap secara terang-benderang,” kata Imran.
Ia menilai kejadian tersebut perlu mendapat perhatian khusus karena berlangsung di lingkungan rumah sakit, tempat pasien seharusnya mendapatkan pelayanan, pengawasan, dan perlindungan selama menjalani perawatan.
“Kejadian ini sangat penting untuk ditindaklanjuti. Jangan sampai ada yang disembunyikan. Kami meminta kasus ini diungkap dan diusut secara tuntas,” tegasnya.
Imran juga meminta pihak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut, khususnya mengenai sistem pengawasan dan keamanan pasien pada saat kejadian.
“Kami meminta pertanggungjawaban apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya kelalaian. Kejadian tersebut berada di lingkungan rumah sakit, sehingga aspek keamanan dan pengawasan pasien harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Keluarga korban bersama organisasi pendamping berharap Polda Sulsel memberikan perhatian khusus dan mempercepat proses penyelidikan maupun penyidikan atas laporan tersebut.
Mereka meminta seluruh pihak yang diduga terlibat diperiksa secara objektif sehingga fakta sebenarnya terkait peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Noselius Suli dapat terungkap.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo maupun Polda Sulawesi Selatan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Arman





